Makan Cokelat Bermanfaat Kurangi Penyakit Usus dan Sehatkan Jantung

Makan Cokelat Bermanfaat Kurangi Penyakit Usus dan Sehatkan Jantung

Makan Cokelat Bermanfaat Kurangi Penyakit Usus dan Sehatkan Jantung – Siapa yang tidak suka cokelat? Hampir semua orang suka makan cokelat. Nah selain enak, ternyata mengonsumsi cokelat juga bisa mengurangi penyakit pada usus dan menyehatkan jantung lho.

 

Makan Cokelat Bermanfaat Kurangi Penyakit Usus dan Sehatkan Jantung

Menurut peneliti Marco Colonna dari Washington University School of Medicine di St Louis mengonsumsi cokelat dapat meningkatkan toleransi usus seseorang dan mengurangi peradangannya. Hal ini karena cokelat mengandung tryptophan yang mampu membentuk protein.

“Mengonsumsi cokelat bisa membantu keadaan usus untuk lebih toleran dan bisa mengurangi peradangan. Karena cokelat mengandung tryptophan, yaitu asam amino yang dapat membentuk protein,” ucap Colonna dikutip dari Indian Express, Rabu (19/8/2017).

Dalam penelitiannya, peneliti menggunakan tikus hidup yang steril sebagai hewan percobaan. Untuk mengetahui manfaat dari mengonsumsi protein dalam tubuh tikus ini diberikan diet tinggi protein.

Hasilnya, terjadi perkembangan sel imun yang dapat meningkatkan toleransi usus tikus. Peneliti mengindikasi bahwa diet kaya protein tersebut dapat meningkatkan sel imun di bakteri baik Lactobacillus reuteri (L. reuteri) yang hidup di usus.

“Kami membuat hubungan antara spesies bakteri pada usus, Lactobacillus reuteri, dan perkembangan sel yang dapat meningkatkan toleran pada usus. Dapat disimpulkan lebih banyak kandungan tryptophan yang dikonsumsi maka lebih banyak sel imun yang dihasilkan,” imbuh Colonna dalam studi yang juga diterbitkan di jurnal Science.

Colonna melanjutkan bahwa manusia juga memiliki sel yang dapat menaikan toleransi pada usus seperti halnya tikus. Ketika jumlah tryptophan diberikan dua kali lipat pada tikus, maka jumlah sel akan ikut meningkat sebanyak 50 persen.

Selain itu dengan mengkonsumsi cokelat hitam Anda bisa terhindar dari gangguan irama jantung.
Tapi dengan syarat, konsumsi cokelat hitam tak boleh lebih dari 170 gram per minggu. Anjuran ini merupakan hasil dari studi yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.

“Bagi mereka yang ingin melakukan diet sehat, cokelat hitam merupakan pilihan camilan yang sehat,” tutur Elizabeth Mostofsky, peneliti utama studi ini, dikutip dari Reuters.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis kasus gangguan irama jantung (atrial fibrillation) dari 55.502 partisipan di Denmark. Riwayat kesehatan mereka dibandingkan dengan diet yang dilakukan, terutama jumlah konsumsi cokelat per minggu.

Hasil penelitian menyebut partisipan yang mengonsumsi satu porsi cokelat hitam (28,35 gram) per minggu berisiko lebih rendah 17 persen mengalami gangguan irama jantung.

Di sisi lain, mereka yang mengonsumsi 2 hingga 6 porsi cokelat hitam per minggu memiliki penurunan risiko yang lebih tinggi, sebesar 20 persen. Jika konsumsi lebih dari 6 porsi per minggu, risiko hanya turun sekitar 16 persen.

“Cokelat hitam memang baik, tapi manfaat terbesar didapatkan jika porsi yang dimakan cukup dan tidak berlebihan,” tambah Mostofsky lagi.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Hearth ini, peneliti mengaitkan penurunan risiko gangguan irama jantung dengan kandungan flavanol yang dimiliki cokelat hitam. Flavanol sudah lama dipercaya sebagai zat yang bersifat anti-inflamasi dan anti-peradangan selain memiliki manfaat sebagai anti-oksidan.

 

Makan Cokelat Bermanfaat Kurangi Penyakit Usus dan Sehatkan Jantung

Baca juga :  Konsumsi Makanan Terlalu Asin bisa Memicu Diabetes dan Penyakit Ginjal

Dishare yuk! Ke FB / IG / TWITTER

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *